Jangan Asal Tambah oli Mobil Bahaya!

November 07, 2018 0 Comments

Jangan Asal Tambah oli Mobil Bahaya!

Sampai saat ini masih banyak pemilik mobil yang kurang peduli akan pentingnya perawatan berkala. Padahal, rutin melakukan servis sama saja memperpanjang usia pakai dari sebuah mobil, bahkan masih banyak manfaat lainnya.

Salah satu hal yang paling penting dalam perawatan berkala adalah pergantian pelumas mesin. Namun karena kerap dianggap tidak penting atau malas melakukan servis, banyak yang mengambil jalan pintas dengan melakukan eksperimen hanya menambah oli saja dengan asumsi adanya penguranan pelumas di mesin.

Nah, ternyata cara ini sangat tidak dianjurkan, karena memiliki potensi yang cukup fatal. Dengan tidak adanya kepastian berapa sisa oli dalam mesin, kemungkinan besar pemilik bisa terlalu banyak mengisi atau bahkan kurang dari takaran seharusnya.

"Terkait mengganti oli yang tidak sesuai takaran itu ada dua hal, bisa kelebihan atau justru malah kurang jumlah volume liternya. Keduanya sama-sama punya dampak yang merugikan bagi pemilik mobil, tapi memang kerap dianggap remeh," ujar Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, beberapa waktu lalu.

Dampak negatif dari kelebihan oli, menurut Suparman bisa membuat kinerja mesin menjadi berat. Alhasil performa mesin juga menurun, tarikan pada puratan atas juga bakal terasa berat meski pedal gas susah di kick down.

Hal ini dikarenakan pelumas yang telalu banyak membuat geelmbung udara. Dampaknya pada kemampuan dalam melumasai juga mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas. Ujung-ujungnya adalah kendaraan akan boros bahan bakar.

Sementara bila kekurangan oli, maka mesin akan lebih panas karena salah satu manfaat oli adalah sebagai distribusi panas pada mesin yang kemudian dapat diserap cairan pendingin radiator. Hal ini tentunya juga berakibat pada menurunnya kemampuan oli dalam melumasi metal yang bergerak dalam mesin.

"Kurang oli itu lebih fatal, suara mesin akan terdengar sangat kasar karena timbul gesekan akibat pelumas yang penyebarannya tidak menyeluruh. Ujung-ujungnya bisa rusak karena banyak keausan yang terjadi akibat gesekan antara material yang tidak bisa dihindarkan," kata Suparman.

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

0 komentar: